Kisah Hati
Oleh
: Indra Nuansa H Silaban
|
I
|
ni adalah kisah hati seorang pria
desa yang baru kuliah di sebuah Universitas di kota madya. Tak terasa telah
beberapa minggu telah berlangsung perkuliahan dan masik terasa sifat-sifat angkuh antar mahasiswa-mahasiswi walaupun
dianggap sebagai orang-orang yang memiliki sifat kedewasaan. Namun tidak
terkecuali dengan pria desa ini yang sering disebut Angga, pria desa ini baru
mengenal namanya kota madya, namun sifat, tingkah laku yang gampang berbaur dengan
orang di sekelilingnya, sehingga membuat dia gampang memahami sekelilingnya dan
juga telah mendapatkan seorang wanita
yang menjadi pujaan hatinya. Orang yang
periang, suka ngobrol, serta gampang bosan yang menyebabkan dia dikenal oleh
kawan-kawan nya diuniversitanya.
Hari demi hari dilalui diperkuliahan
bersama teman-teman dan juga pujaan hatinya. Pujaan hatinya ini bernama
Derlianti, sosok Derlianti di mata Angga ialah seorang cewe yang akrab, asyik
diajak ngobrol karena sesuai dengan sifat Angga, enak didekati, paras wajah
yang cantik, dan pandai menjaga dirinya, dan masih banyak lagi yang dikagumi
oleh Angga dari nya (Derlianti). Lama kelamaan rasa Cinta yang dipendam oleh Angga kepada Derlianti semakin mendalam
dan menjadi-jadi. Angga pun gila oleh cinta nya itu, walaupun sebenarnya Derlianti tidak mengetahui nya.
Bukan saja dengan Derlianti, ia pun
akrab dengan teman-teman cewe nya seperti Rotua, Nur, Sophia, Lenka, Dona dan masih banyak lagi, tapi yang lebih dekat
dengan Rotua dan Derlianti. Dan hati nya terjuju kepada Derlianti, Rotua disini
sebagai teman canda tawanya, saat bersama Rotua memang ia merasa tentram,
gembira, dan senang yang bias membuat dia lupa akan sosok Derlianti. Namun tak
lama setelah berbincang dengan Rotua dia ingat Dayanti. Memang cinta susah
ditebak sifat dan apa maunya, tak seorang pun dapat mengerti bagaimana dia
datang.
Entah kenapa dia tahu bahwa Dayanti
telah duluan dimiliki oleh pria lain, dia mengetahui dari kabar burung yang
dikatakan oleh Dayanti kepada teman-teman nya, benar atau tidaknya tak seorang
pun tau dan tak seorang pun melihat dia berduan dengan pria yang terlebih
dahulu mengisi hati nya. Mendengar semua itu perasaan hati Angga pun gundah
sehingga ia menjadi galau, merasa cemburu karena yang selama ini dia cintai
telah ada yang memiliki. Memang sebelum janur kuning tampak tak ada salah
mencintai seseorang itu.
Yang
sangat-sangat terasa membuat Angga tak dapat melupakan Dayanti telebih-lebih
saat bersama di Inagurasi kesuatu tempat bersamaan juga dengan teman-teman nya.
Disanalah dia rasakan kehangatan dan kelembutan tangan serta kedekatan dari
Dayanti yang sesungguhnya walaupu hanya sedemikian. Disaat itulah ia rasakan
kesenangan dan kenyamanan seorang cewe yang baru dikenal dan dia cintai. Tak
terbayangkan oleh nya bagaimana seandainya Dayanti menjadi miliknya (menjadi
Pacarnya).
Tak
urung selalu ia dengar dan dia rasakan sebuah desakan batin yang Andra rasakan
bahwa benar Dayanti telah ada yang memiliki. Mendengar hal itu Andra pun seakan
menjadi sendirian dan Dayanti pun telah menjauh dari dia. Lama semakin lama
kedekatan meregang tak urung seperti tali plastik yang yang akan putus atau
bagaikan kertas yang akan terbelah. Tetapi saat itulah rasa cinta itu kian
membara bagaikan nyala api yang siap menyambar.
Angga
pun telah melakukan curahan hati kepada sebagian dari teman-teman, masuk dan
saran yang ia terima begitu dan bermacam. Karena ketiada kesiapan Indra untuk
menahan cinta yang dipendam agar orang tak mengetahui. Memang masalah hati pria
ini rumit menentukan pilihan selalu ada gajaran yang dia akan terima. Dari
sekian saran yang diberi teman, inilah bebrapa yang sangat terusik dihati
Indra.
-
“
udah, katakana saja pada Dayanti. Terima ga terima itu soal belakangan, lagian kamu sendiri loh
yang akan merasakn sakitnya” ujar seorang teman cewe nya.
-
“
terserah Angga aja, mau Andra katakan atau Andra simpan aja dulu rasa cintanya
Angga itu kepada Dayanti. Kan setiap hubungan itu tak selamanya langgeng/utuh
pasti ada klimaks dari sebuah permasalahan yang akan terjadi.”Ujar Desrin.
-
“tahan
dulu rasa cinta mu sobat, kau anggap dia teman, kau akrapi dia, kau harus ada
disetiap dia sedih dan senangnya. Mungkin ada saatnya dia itu punya masalah
dengan cowonya itu dan kemungkinan dia yang akan ngajak kau untuk pacaran
karena perhatian mu yang begitu besar padanya” ujar beberapa teman cowonya.
Masih, dan masih banyak lagi
saran-saran dari teman-temannya. Namun dan seakan saran-saran itu membatu
dibenak dan dihati Angga. Bagaikan batu karang yang kekar tersimpan selamanya.
Begitu juga dengan alunan cinta yang ia
pendam.
Angga pun semakin mengkhayalkan cara
apa yang akan dia pakai untuk mengatakan perasaannya kepada Dayanti. Sebagai
cowo yang memegang teguh persahabatan, Angga tak ingin mengungkapkan isi
hatinya karena dalam benaknya itu akan mempersulit keadaan yang akan timbul
nantinya. Ia selalu memendam-memendam perasaan itu dalam bagaikan sebuah sumur
tua yang tiada akhirnya.
Memang bukan hanya saja berbeda suku
dan ras, agama pun telah berbeda. Namun apa daya hati telah jatuh menuju yang
dilihat oleh mata, untuk mengubah itu berat rasanya. Dia coba menyendiri dan
menjauh, alhasil dia telah berjanji dan berdoa menurut kepercayaannya dia akan
melupakan walaupun Dayanti sering dekat kepadanya. Dan terbukti dia melupakan
perasaan nya itu, karena telah memikirkan akibat hubungannya nantinya kedepan.
Disaat ia melupakan Dayanti, tiba-tiba saja teman semasa SMA ngajak dia tuk
jalan-jalan. Dan teman nya ini membawa teman yang mempesona hati anggaa seakan
dia punya harapan untuk menggantikan Dayanti yang telah pergi.
*terinspirasi dari cerita teman yang
teman kos nya lagi Galau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar